headerphoto

MUNAJAT "Bertafakur di kala suka dan duka"

Rabu, 17 Februari 2010 07:49:29 - oleh : babaz

Kehidupan remaja memang tidak selalu landai dan lurus, tidak selalu penuh dengan taburan bunga indah, serta tidak selalu berhasil seperti yang diinginkan. Tapi kehidupan itu selalu bergantian antara nikmat dan musibah, antara sukses dan gagal, justru bagi sebagian remaja hidup tak lebih dari musibah dan kesulitan yang tak henti-hentinya datang bergantian. Sehingga yang ada hanya keluh kesah, lupa bahwa hidup begitu indah.


Sebagian remaja ada yang pandai mengelola keluh kesah dengan caranya yang tepat. Tapi ada juga yang menjadikan keluh kesah sebagai kebiasaan yang menyita energy dan pikirannya, dan tak sedikit justru remaja lari ke hal-hal yang merugikan diri sendiri.
Dari sekian banyak pilihan, munajat adalah salah satu alternatif yang paling tepat. Bahkan Munajat sangat tepat dilakukan tidak hanya dalam keadaan sedih dan gagal, tapi dalam keadaan bahagia juga.

Munajat adalah salah satu bahasa yang digunakan seorang remaja mukmin untuk menuangkan keluh kesahnya pada Sang Maha Pemilik Hati. Munajat menjadi cara yang tepat untuk menghantarkan pesan dari seorang hamba yang sedang merasakan kelemahannya. Munajat adalah aktivitas rutin yang tidak pernah luput dan terlewatkan oleh seorang remaja yang cerdas untuk mengobati dera batinnya yang ia rasa tak akan sanggup ia jalani sendiri dan tanpa bantuan Tuhannya.

Singkat kata, munajat yang memiliki cita rasa yang tinggi, indah dan menakjubkan yang dapat dilakukan dengan khusyu', memohon ampun kepada yang Maha Pemaaf, merendah di hadapan yang Maha Tinggi, merasa diri hina di hadapan yang Maha Sempurna, memohon keberhasilan pada yang Maha Kaya dan Maha Memberi.

Tapi seiring bergilirnya musim, sejalan dengan berputarnya waktu, duniapun berubah. Kepenatan itu perlahan mengendur. Kegelisahan itu berganti menjadi ketenangan. Ketakutan memudar dan harapan menjadi terpenuhi,. Irama jiwapun kini semakin teratur dan hembusan semilir angin mulai nikmat dirasa, indah sekali.

Tapi saat Allah SWT menunjukkan rahman-Nya itu......di saat dada mulai lapang, justru doa perlahan-lahan mulai berkurang, dalam solatpun mulai ingat ini-itu tidak khusyu' dan Dzikir mulai diganti kelalaian dan munajat menurun kualitasnya. Dan tanpa terasa, baginya.......munajat itu dilakukan di kala sedih dan susah saja.

Lalu...Munajat seperti apakah yang ideal untuk dilakukan seorang remaja?

Allah Swt selalu hadir dalam sedih maupun gembira. Munajat sebagai media komunikasi itu selalu terlantun siang dan malam. Tak perduli kesedihan yang menjerat hatinya maupun keceriaan yang menghiasi hari-harinya. Tak peduli kesuksesan yang membahagiakan ataupun kegagalan yang menyedihkan. Doa dan dzikir menjadi 'nyanyian' harian yang menjadi penghibur hati dalam kondisi apapun. Selalu ia lakukan.

Munajat kala senang memang menunjukkan bahwa pelakunya adalah remaja mukmin sejati.. Ia masih dapat memelihara kedekatan dengan Rabbnya. Berbagai kemudahan dan ringannya beban jiwa ia rasakan sebagai karunia Allah SWT dari kelembutan hatiNya.

Munajat di kala senang memperlihatkan bahwa pelakunya adalah seorang remaja yang paham benar hakikat kehidupan dan tidak mudah tertipu dan terombang-ambing oleh bergantinya episode-episode kehidupan yang selalu mengalir dan berputar dari sedih ke gembira, dari keberhasilan ke kegagalan dan seterusnya.Mudah-mudahan dengan bermunajat di kala senang maupun di kala sedih, kita akan menjadi remaja yang tidak hanya dapat 'berkeluh kesah', tapi
menjadi remaja dan hamba yang pandai bersyukur. Amiin

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya