headerphoto

ADIWIYATA

Rabu, 23 Maret 2011 11:54:56 - oleh : marco002

1. PENJELASAN ADIWIYATA

Asal Kata Adiwiyata

Kata ADIWIYATA berasal dari 2 kata Sansekerta ADI dan WIYATA. ADI mempunyai makna : besar, agung, baik, ideal, atau sempurna. Sedangkan WIYATA mempunyai makna : tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetetahuan, norma, dan etika dalam kehidupan sosial.

Bila kedua kata tersebut digabung,secara keseluruhan ADIWYATA mempunyai pengertian atau makna : tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.
 
Pengertian Adiwiyata

adalah salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Tujuan Adiwiyata

Adiwiyata mempunyai tujuan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolahsehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya upaya kebersihan lingkungan.

Program Adiwiyata

Beberapa program Adiwiyata antara berikut :

   1. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berwawasan Lingkungan (SPBL)
   2. Pengembangan Kurikulum berbasis lingkungan.
   3. Pengembangan kegiatan / pendidikan berbasis partisipatif.
   4. Pengembangan dan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah.

Dampak Adiwiyata

Pada sekolah

Adiwiyata Sangat memiliki dampak terhadap sekolah yang mendapatkan gelar adiwiyata tersebut,diantara lain adalah ;

Sekolah dapat Lebih berperan aktif dalam menciptakan kawasan yang peduli dengan lingkunga
Sekolah bisa menciptakan siswa - siswa yang sadar akan lingkungan
Sekolah bisa berperan dalam semua kegiatan dalam rangka mengurangi global warming
Sekolah bisa menjadi sarana penyalur pendidikan lingkungan secara praktek langsung

Pada Siswa

Bukan hanya Sekolah , siswa pun juga mendapatkan dampak yang positif karena program ini seperti
Siswa dapat membiasakan agar membuang sampah pada tempatnya
Siswa dapat mengerti pentingnya memilah - milah sampah
Siswa dapat mengerti bahwa barang bekas bukan hanya untuk dibuang tapi juga dapat dimanfaat kan.

2. PELAKSANAAN PROGRAM  ADIWIYATA

Pelaksanaan Program ADIWIYATA mulai Tahun 2006 dengan tahap uji coba untuk sekolah-sekolah pada jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK/Sederajat di wilayah Jawa. Pelaksanaan Program Adiwiyata dilakukan secara bertahap, yaitu :

Tahap I Tahun 2006 : Tahap uji coba disekolah-sekolah wilayah Jawa, untuk mencari model sekolah Adiwiyata mendapat penghargaan dari Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional serta mendapatkan ucapan selamat secara langsung dari Presiden RI pada saat peringatan Hari Lingkungan Hidup 2006 di Istana Negara.

Tahap II Tahun 2007 : Pemilihan Sekolah Adiwiyata berdasarkan hasil pendamping Model Sekolah Adiwiyata 2006. Sekolah Adiwiyata akan menerima Tropi Adiwiyata pada saat peringatan Hari Lingkungan Hidup, Juni 2007.

Tahap III Tahun 2007 : pelaksanaan program Adiwiyata secara nasional dengan tahapan seperti diatas. Sebayak 30 sekolah akan dipilih menjadi calon sekolah Model Adiwiyata.

Selanjutnya tahap 2007, program Adiwiyata dilaksanakan diwilayah Jawa dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

Kerangka Program ADIWIYATA, berdasarkan indikator sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, sejumlah kriteria yang ditetapkan dimaksudkan untuk memudahkan implementasikan program Adiwiyata sehingga kriteria tersebut perlu dijabarkan agar dipahami oleh masing-masing pelaksanaan program. Penjabaran kriteria telah disusun dengan sederhana dan diharapkan tidak menambah beban bagi sekolah dan warganya dalam mengikuti program Adiwiyata. Penjabaran kriteria Program Adiwiyata dibuat dalam bentuk kerangka program dan sekaligus digunakan untuk pengelompokkan tahapan Program Adiwiyata.

1. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berwawasan Lingkungan (SPBL)
2. Pengembangan Kurikulum berbasis lingkungan.
3. Pengembangan kegiatan / pendidikan berbasis partisipatif.
4. Pengembangan dan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah.

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Lingkungan" Lainnya